<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Gandhel Ontang-anting　</title>
	<atom:link href="http://kennes.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kennes.wordpress.com</link>
	<description>一人ぼっちのガンデル</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2009 14:30:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Jepang Kini (3/4): Pangkalan Militer Amerika oleh Bernardia Vitri</title>
		<link>http://kennes.wordpress.com/2009/09/08/jepang-kini-34-pangkalan-militer-amerika/#comment-8</link>
		<dc:creator>Bernardia Vitri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 14:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kennes.wordpress.com/?p=151#comment-8</guid>
		<description>Jepang sekarang keren.. anaknya amerika, disejajarkan dengan Israel</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jepang sekarang keren.. anaknya amerika, disejajarkan dengan Israel</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ludruk Bintang Warna oleh Roni</title>
		<link>http://kennes.wordpress.com/2009/02/14/ludruk-bintang-warna/#comment-6</link>
		<dc:creator>Roni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kennes.wordpress.com/?p=44#comment-6</guid>
		<description>Matur nuwun rawuhipun, Kangmas Haryo Sadoro. Salam kenal.

Dalem mboten saged maringi penilaian dateng remongipun Cak Hasan, amargi mboten gadah kemampuan wonten bidang meniko, sanes tiyang seni ha ha ha. Matur nuwun atas komentaripun.

Hanya saja memang saya merasa kangen dan bisa merasakan betapa tingginya kesenian tradisional kita setelah berada di Jepang beberapa tahun. Pelestarian kesenian daerah menjadi sangat urgen untuk dilakukan, mengingat banyak generasi muda yang berpaling dari ludruk, ketoprak, dan lain-lain.

Untuk strategi pelestarian ini kita bisa meniru Jepang. Di Jepang kesenian tradisional seperti Kabuki dan Noh mendapat tempat dan mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakatnya. Tiket menonton film hanya 1500 yen tapi tiket menontoh Kabuki atau Noh bisa lima kali lipatnya. Hal ini juga tidak lepas dari peran pemerintahnya.

Tiap tahun khususnya Nagoya, kita sudah yang ke 8 kalinya mengadakan Festival Indonesia. Tari ataupun kesenian lain bisa dilihat di Youtube saya dengan nama &quot;gandhel&quot;. Semoga dengan cara ini kesenian kita dikenal di luar Indonesia.

Roni</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Matur nuwun rawuhipun, Kangmas Haryo Sadoro. Salam kenal.</p>
<p>Dalem mboten saged maringi penilaian dateng remongipun Cak Hasan, amargi mboten gadah kemampuan wonten bidang meniko, sanes tiyang seni ha ha ha. Matur nuwun atas komentaripun.</p>
<p>Hanya saja memang saya merasa kangen dan bisa merasakan betapa tingginya kesenian tradisional kita setelah berada di Jepang beberapa tahun. Pelestarian kesenian daerah menjadi sangat urgen untuk dilakukan, mengingat banyak generasi muda yang berpaling dari ludruk, ketoprak, dan lain-lain.</p>
<p>Untuk strategi pelestarian ini kita bisa meniru Jepang. Di Jepang kesenian tradisional seperti Kabuki dan Noh mendapat tempat dan mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakatnya. Tiket menonton film hanya 1500 yen tapi tiket menontoh Kabuki atau Noh bisa lima kali lipatnya. Hal ini juga tidak lepas dari peran pemerintahnya.</p>
<p>Tiap tahun khususnya Nagoya, kita sudah yang ke 8 kalinya mengadakan Festival Indonesia. Tari ataupun kesenian lain bisa dilihat di Youtube saya dengan nama &#8220;gandhel&#8221;. Semoga dengan cara ini kesenian kita dikenal di luar Indonesia.</p>
<p>Roni</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ludruk Bintang Warna oleh Raden Haryo Sadoro</title>
		<link>http://kennes.wordpress.com/2009/02/14/ludruk-bintang-warna/#comment-5</link>
		<dc:creator>Raden Haryo Sadoro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 03:22:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kennes.wordpress.com/?p=44#comment-5</guid>
		<description>dalem sampun mirsani remongane cak hasan, ananging taksih kathah gerakan ingkang mboten cocok....ugi kirang gagah....kadoso mekaten dalem ugi acung jempol kalian Cak Hasan, bilih menopo taksih purun nguri uri seni tradisi (tari Remo)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalem sampun mirsani remongane cak hasan, ananging taksih kathah gerakan ingkang mboten cocok&#8230;.ugi kirang gagah&#8230;.kadoso mekaten dalem ugi acung jempol kalian Cak Hasan, bilih menopo taksih purun nguri uri seni tradisi (tari Remo)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Huruf kanji&#8230;suliiiiit? oleh Bida</title>
		<link>http://kennes.wordpress.com/2007/04/17/huruf-kanjisuliiiiit/#comment-4</link>
		<dc:creator>Bida</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 08:37:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kennes.wordpress.com/2007/04/17/huruf-kanjisuliiiiit/#comment-4</guid>
		<description>&quot;Konon menurut hasil penelitian, seorang Jepang yang melintas lewat jalan tol di suruh memahami isi tulisan, sekali lagi “memahami” tulisan, bukan membaca. Hasilnya adalah mereka bisa memahami tulisan Jepang dengan huruf kanji lebih cepat dari pada huruf kana (hiragana dan katakana) dan huruf Romaji (latin).&quot;

これは身近です。Selama ini saat mengerjakan soal2 dokkai saya mengira2kan maksudnya dengan mengandalkan pemahaman terhadap arti huruf per huruf. Walaupun kanji sulit dan saya sering tidak tahu cara bacanya, tanpa kanji saya lebih kesulitan memahami isi suatu bacaan.

Terima kasih sensei atas sharing-nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Konon menurut hasil penelitian, seorang Jepang yang melintas lewat jalan tol di suruh memahami isi tulisan, sekali lagi “memahami” tulisan, bukan membaca. Hasilnya adalah mereka bisa memahami tulisan Jepang dengan huruf kanji lebih cepat dari pada huruf kana (hiragana dan katakana) dan huruf Romaji (latin).&#8221;</p>
<p>これは身近です。Selama ini saat mengerjakan soal2 dokkai saya mengira2kan maksudnya dengan mengandalkan pemahaman terhadap arti huruf per huruf. Walaupun kanji sulit dan saya sering tidak tahu cara bacanya, tanpa kanji saya lebih kesulitan memahami isi suatu bacaan.</p>
<p>Terima kasih sensei atas sharing-nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Homeless oleh Ando-kun</title>
		<link>http://kennes.wordpress.com/2009/02/10/homeless/#comment-3</link>
		<dc:creator>Ando-kun</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 04:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kennes.wordpress.com/?p=38#comment-3</guid>
		<description>Tulisan bagus senpai. Memang status homeless bisa dimanfaatkan oleh oknum pemalas tertentu di Jepang.

Masalahnya kalau diterapkan di Indonesia yang budaya malunya parah, bisa2 nggak ada yang kerja. Justru kata oknum bakalan disandang orang yang &quot;sok rajin&quot; :mrgreen:

Saya link alamatnya di blog saya dibawah ini yah:
http://melayu-nyasar.blogspot.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan bagus senpai. Memang status homeless bisa dimanfaatkan oleh oknum pemalas tertentu di Jepang.</p>
<p>Masalahnya kalau diterapkan di Indonesia yang budaya malunya parah, bisa2 nggak ada yang kerja. Justru kata oknum bakalan disandang orang yang &#8220;sok rajin&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya link alamatnya di blog saya dibawah ini yah:<br />
<a href="http://melayu-nyasar.blogspot.com/" rel="nofollow">http://melayu-nyasar.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Beragama yang Tidak Korupsi oleh Beragama yang Tidak Korupsi &#171; Kumpulaningurip</title>
		<link>http://kennes.wordpress.com/2008/03/08/beragama-yang-tidak-korupsi/#comment-2</link>
		<dc:creator>Beragama yang Tidak Korupsi &#171; Kumpulaningurip</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 02:43:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kennes.wordpress.com/?p=32#comment-2</guid>
		<description>[...] Beragama yang Tidak&#160;Korupsi  Beragama yang Tidak Korupsi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Beragama yang Tidak&nbsp;Korupsi  Beragama yang Tidak Korupsi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
