Blog Pak Suyatno Bahasa Indonesia: Gardu Guru Blog Anto Satriyo Nugroho: Corat-coret Anto Blog Mbak Murni Ramli: Berguru Dokumen untuk perpanjangan visa dll: Imigrasi
Filed under: Blog | Tinggalkan sebuah Komentar »
Blog Pak Suyatno Bahasa Indonesia: Gardu Guru Blog Anto Satriyo Nugroho: Corat-coret Anto Blog Mbak Murni Ramli: Berguru Dokumen untuk perpanjangan visa dll: Imigrasi
Filed under: Blog | Tinggalkan sebuah Komentar »
Tanggal 1 Maret 2009, kami sekeluarga pergi ke 名古屋農業センター. Hari-hari gini apalagi kalau bukan untuk menikmati indahnya bunga ume. Setelah daun-daun berguguran pada musim gugur, maka pohon-pohon pun tinggal ranting-ranting tanpa daun. Pohon itu terus terlelap pada musim dingin, dan mulai membuka matanya pada musim semi. Bunga ume tahan terhadap dinginnya musim fuyu dan menjadi [...]
Filed under: budaya jepang, Foto, info | Ditandai: bunga ume, roni panjer, Roni Panjerejo, roni tulungagung, roni unesa, ume, ume matsuri, 梅, 梅祭 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Hormatilah Aku, Karena Aku Puasa! Mungkin itulah kata hatiku tadi siang. Yah persis…….perasaan itu persis seperti ketika aku berpuasa ramadhan di Indonesia. Aku puasa maka kamu yang tidak puasa harus menghormati aku. Apalagi (mohon maaf) kamu yang non Islam…… “harus” sekali lagi harus menghormati aku. Huh….hormat? Ini di Jepang Bung! Siapa yang akan menghormati kamu [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: Kalangan, Ngunut, Rejotangan, SD Panjerejo, Tenggong | Tinggalkan sebuah Komentar »
Dalam setiap pembelajaran bahasa Asing, tentu saja akan ditemukan kesulitan-kesulitan, yang mau tidak mau harus mau belajar karakteristik yang dimiliki oleh bahasa tujuan. Demikian juga kita sebagai orang asing yang mempelajari bahasa Jepang akan banyak menemui kesulitan; entah karena pelafalannya yang susah, konstruksinya yang memang beda dengan bahasa Indonesia, tapi yang paling banyak dikeluhkan tentunya [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: Kacangan, Karangsari, Pucanglaban, Rejotangan, Roni Panjerejo, Samir, Sumberingin, Tenggur | 2 Komentar »
Doozo, suwatte kudasai” kata seorang laki-laki paroh baya kepadaku. “Arigatoo gozaimasu….. tsugi no eki ni orimasu kara….” jawabku cepat sambil membungkuk-mbukkukkan badanku. Ya… ternyata laki-laki Jepang ini perduli dengan kanan kirinya. Mungkin dia tidak tega melihatku sempoyongan di dalam chikatetsu yang sedang melaju sambil menggendong anakku yang kecil, Kennes yang tengah tidur didekapanku. Atau karena [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: budaya jepang, Ngunut Tulungagung, Roni Panjerejo, unggah-ungguh jawa | Tinggalkan sebuah Komentar »
“Ronisan, dozo…. omiyage desu”, demikian kata Uchidasan begitu saya masuk kenkyushitsu. “Are, doko kara kaette kita no?”, tanyaku. “Amerika kara ryoko ni kaette kita no”, jawabnya. Wah……enak sekali ya jadi orang Jepang. Dia hanyalah seorang cewek Jepang teman satu kenkyushitsu. “Menghidupi” kuliahnya mulai S1 hanya dengan kerja sambilan atau sering disebut dengan baito. Tetapi kelangsungan [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: biaya idup di Jepang, indonesia-jepang, kerja sambilan di jepang | Tinggalkan sebuah Komentar »
Taiko. Yaa itulah nama bedhug Jepang, sejenis bedhug yang ada di langgar dekat kampoengku. Ketika kami diajak menari tarian bon di kota Togo (Aichiken), aku ditarik-tarik anakku untuk mendekati bedhug itu. Dan ternyata anakku ingin memukulnya. Persis aku kecil yang ingin memukul bedhug itu selama bulan ramadhon sesudah sholat terawih berakhir. Yah, suara bedhug itu [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: bedug, langgar, mushola, panjerejo, pulosari, Rejotangan, takbiran, tebiran | Tinggalkan sebuah Komentar »
Opo bedane stres karo gendheng? Okeh sing podo nerjemahke yen kedadeyan loro iku beda. Ora… menurutku ora bedo akeh kok. Yen gendheng iku diarani stres berat, ora ono bedane karo wong stres. La wong stres iku wujud soko sing diarani gendheng ringan he he he. Gendheng lan stres iku onoking garis lurus sing iso mulah [...]
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Jangan dibayangkan masa sulit itu sebagai masa ketika tidak punya uang, atau masa ketika menghadapi ujian, atau masa ketika putus dengan pacar. Masa sulit di sini hanyalah masa ketika saya berada pada tempat yang salah, masa ketika aku berada di tengah-tengah teman yang semuanya sedang minum bir dan mabuk atau sering disebut “nomikai”. Teman-teman muslim [...]
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Mungkin pengalaman saya ini dialami juga oleh teman-teman “sekampung” yang pernah ikut nomikai? Berkali-kali saya menemani teman-teman untuk “minum”. Setelah mereka sampai pada puncak yang namanya “minum”, beberapa kali saya dengar kalimat yang sama atau artinya setidaknya mirip dengan kalimat berikut: “jinseitte konna mon desu ne”, yang artinya “kehidupan itu seperti ini ya” atau yang [...]
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »