Ludruk Bintang Warna

Agustus 2008, Fira pulang ke Indonesia selama lebih dari satu bulan. Ketika itu Fira sempat belajar tari remo kepada pimpinan ludruk Bhintang Warna Sidoarjo, Cak Hasan Basori.

Ini gambar Fira setelah dirias.
dsc009833

Ini proses riasnya. Wajahnya dirias dengan kumis agar kelihatan gagah dan macho.
dsc00969

Mencoba pakaian
dsc00980

Latihan tari berkali-kali
dsc00990

Fira foto bareng dengan Cak Hasan dan istrinya
dsc00998

Cak Hasan menunjukkan tari remonya. Katanya tari ini sudah disederhanakan sedemikian rupa untuk anak-anak. Videonya lihat sini.

Fira beberapa kali tampil tari remo diantaranya tampil di acara Lomba Pidato Bahasa Indonesia di Nanzan University Nagoya pada Noverber 2009. Fira doki-doki shita, jadi tidak bisa tampil bagus. Videonya klik di sini.

Berikutnya ini penampilan Fira di Festival Indonesia Nagoya. Klik sini ya.

2 Tanggapan

  1. dalem sampun mirsani remongane cak hasan, ananging taksih kathah gerakan ingkang mboten cocok….ugi kirang gagah….kadoso mekaten dalem ugi acung jempol kalian Cak Hasan, bilih menopo taksih purun nguri uri seni tradisi (tari Remo)

  2. Matur nuwun rawuhipun, Kangmas Haryo Sadoro. Salam kenal.

    Dalem mboten saged maringi penilaian dateng remongipun Cak Hasan, amargi mboten gadah kemampuan wonten bidang meniko, sanes tiyang seni ha ha ha. Matur nuwun atas komentaripun.

    Hanya saja memang saya merasa kangen dan bisa merasakan betapa tingginya kesenian tradisional kita setelah berada di Jepang beberapa tahun. Pelestarian kesenian daerah menjadi sangat urgen untuk dilakukan, mengingat banyak generasi muda yang berpaling dari ludruk, ketoprak, dan lain-lain.

    Untuk strategi pelestarian ini kita bisa meniru Jepang. Di Jepang kesenian tradisional seperti Kabuki dan Noh mendapat tempat dan mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari masyarakatnya. Tiket menonton film hanya 1500 yen tapi tiket menontoh Kabuki atau Noh bisa lima kali lipatnya. Hal ini juga tidak lepas dari peran pemerintahnya.

    Tiap tahun khususnya Nagoya, kita sudah yang ke 8 kalinya mengadakan Festival Indonesia. Tari ataupun kesenian lain bisa dilihat di Youtube saya dengan nama “gandhel”. Semoga dengan cara ini kesenian kita dikenal di luar Indonesia.

    Roni

Tinggalkan Balasan